Sabtu, 27 Oktober 2012

Rumah Air






TUGAS BAHASA INDONESIA


REPORTASI JALAN-JALAN
RUMAH AIR




Nama              :           Wati Puspitasari
NPM                :           18110465
                                        Kelas              :           3KA06



UNIVERSITAS GUNADARMA




RUMAH AIR


Pada kesempatan kali ini saya dan keluarga meluangkan waktu libur kami untuk pergi ke Kota Bogor. Kota kecil yang identik dengan julukan Kota Hujan ini dengan segala keunikan dan keindahannya kini semakin lengkap dengan hadirnya Restaurant Rumah Air dengan konsep 104 saung terapung di kawasan seluas 4 hektare dengan suasana pedesaan Sunda yang eksotis. Selain namanya yang unik sebagai tempat makan, Rumah Air ini juga menyediakan area  kolam pemancingan dan outbond permainan anak.

 Rumah air terletak di Jl.Bogor Nirwana Raya - Dreded (Jalan Raya Boulevard CDB No. STA 0240), Bogor, Jawa Barat Indonesia 16132.  Jam operasional untuk jam buka Rumah Air ini yaitu setiap hari Senin - Jumat mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB, sedangkan hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 - 23.00 WIB. Dengan harga tiket masuk 1 orang 10 ribu.



Rumah air ini sangat cocok sebagai tempat menghilangkan rasa penat dan memanjakan diri anda selama hampir seminggu penuh anda melakukan rutinitas kerja yang berbeda-beda. Tentunya hal itu akan terbayarkan dengan ratusan menu spesial yang akan memanjakan lidah.


Beberapa menu utama yang disajikan oleh Rumah Air adalah : ikan bakar , ayam bakar, ayam goreng, udang bakar madu, cumi saus padang, calamari, ikan gurame goreng, karedok, pepes tahu, pepes jamur, tahu goreng, otak-otak, tumis kangkung, sop buntut, gurame goreng kipas, mie goreng hingga spaghetti. Sementara untuk pelepas dahaga, teman-teman bisa memilih es kacang merah, snow white, es teh manis, kelapa muda, teh manis panas, markisa panas, es kopyor, cendol, jus alpukat, jus tomat, jus jambu, atau aneka soft drink. Harga yang ditawarkan untuk makanan dan minuman pun bervariasi mulai dari Rp 5.000-Rp100.000 rupiah.

 

Udang Windu


Sapi Lada Hitam – Rp. 47.500,-


         Nila bumbu cabe dabu – Rp.45.000,-       

Ayam Panggang
                               


Fasilitas Permainan
Di Rumah Air ini menyediakan fasilitas permainan seperti Istana Balon, Crazy Ball, Sirkuit Remote Control, Becak Mini, ATV, Funny Boat, Bumper Boat, Funny Otopad dan Battery Car . Pihak pengelola Rumah Air ini memasang tarif permainan mulai dari Rp.20.000- Rp.35.000.  Namun Fasilitas bermain anak yang paling disukai adalah becak mini dan Crazy Ball. Fasilitas ini berkapasitas maksimum dua orang dan berat 60 kilogram. Arenanya yang luas membuat anak-anak leluasa mengelilingi kawasan ini dengan becak mini. Sedangkan Crazy Ball membuat anak terapung di air tanpa basah. Untuk menyewa sekitar 12 permainan, biaya tambahan dikenakan tergantung jenis permainan.



Selain itu di Rumah Air, Anda dapat menikmati fasilitas memancing dengan membayar Rp.85.000 riupiah untuk menyewa tempat, peralatan, dan umpan. Di kolam pancing ini terdapat jenis ikan mas, nila, dan gurame. Setiap ikan yang berhasil ditangkap dapat dibawa ataupun dimasak. Anda harus membayar Rp.35.000 rupiah per kilogram ikan. Kesenangan tidak sampai di situ, Anda dapat menyantap ikan hasil tangkapan. Tentunya dengan berbagai pilihan bumbu sesuai selera yang dikenai biaya tambahan.


Bagaimana mencapai tempat ini? 
Untuk Rute dan akomodasi Anda dapat menggunakan kendaraan umum atau pribadi untuk mengakses kawasan ini. Jika memulai perjalanan dari Stasiun Bogor, Anda dapat naik angkutan umum 02 jurusan Sukasari-Bubulak. Dengan ongkos Rp2.000, angkutan ini berada di depan Stasiun Bogor dan mengantar Anda langsung ke depan Sekolah Tunas Harapan. Setelah itu, Anda naik ojek atau bus The Jungle. Biaya menggunakan ojek Rp7.000 sampai ke Rumah Air sedangkan untuk bus The Jungle, gratis. Namun, bus tersebut hanya mengantar Anda sampai Mall The Jungle sehingga Anda harus berjalan sekira 300 meter menuju Rumah Air. Waktu yang diperlukan untuk sampai ke tempat ini sekira satu jam.
Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat mengakses Tol Jagorawi yang melewati Terminal Baranangsiang. Kemudian, Anda mengambil lajur kanan ke arah Tugu Kujang. Lalu, belok kanan saat melihat Bogor Trade Mall. Setelah itu, ambil lajur kiri setelah perempatan. Terakhir, belok kanan setelah ada papan petunjuk tempat wisata The Jungle. Waktu tempuh untuk mengakses tempat ini sekira 30 menit. Kawasan ini memiliki area parkir yang cukup luas, tetapi perhatikan waktu kunjungan karena biasanya padat saat akhir pekan dan libur panjang, seperti Lebaran.

Wawancara dengan Pengunjung lain :
Saya pun sempat bertanya kepada Fajar (21 tahun), pengunjung asal Jakarta ini mengaku menikmati liburan di Rumah Air. Ini merupakan pengalaman pertamanya berkunjung ke sini, yang sempat direkomendasikan oleh saudaranya. “Ini baru pertama kali bagi saya, tempatnya sangat menarik, pelayanan memuaskan,” ungkapnya.

Kesan dan pesan :

Saya pribadi pun sangat suka dengan tempat ini selain tempatnya menarik, makananya pun enak dan area bermainnya pun cukup memanjakan diri saya. Saya bisa bersantai sejenak melepaskan penat dan rasa lelah yang ada. Namun kekurangan dari tempat ini adalah pada saat tempat ini ramai dan permintaan pesanan menumpuk, memang masih agak lamban para pelayan restaurant rumah air ini melayaninnya mungkin karena karyawannya belum cukup handal sehingga sering terjadi complain atau teguran para pelanggan akibat pesanannya yang lama tak kunjung datang. Saya berharap pihak manager segera memperhatikan hal ini karena dapat mengganggu kenyaman pelanggan. Akan tetapi saya beruntung dalam pemesanan makanan karena pada saat saya memesan makanan dan minuman dalam keadaan tidak ramai sehingga saya pun cepat mendapatkan pesanan makanan yang saya inginkan.


 








Kamis, 25 Oktober 2012

Olahan Sampah Bisa Menjadi Ladang Usaha


Siapa yang tidak tahu sampah? 


Limbah yang satu ini , tentunya cukup memusingkan kita semua bukan? Karena banyak dampak negative yang dihasilkan dari limbah pabrik ini, namun  tanpa disadari pula dalam barang kotor tersebut tersimpan nilai dan peluang bisnis. Sehingga ada mata rantai bisnis akan tercipta apabila sampah dikelola dengan pendekatan-pendekatan ekonomi. Bukan dari uang yang dihasilkan dari sampah tersebut tapi tentunya ada suatu kebanggan tersendiri untuk kita apabila kita bisa mengolahnya dengan baik, Diantaranya juga terdapat aspek terbukanya lapangan kerja dari pengumpulan sampah, pengolahan pemanfaatan serta pemasaran hasil olahan sampah tersebut. Tentunya hal itu akan menjadikan sumber insipirasi yang baru untuk yang lain, bukan? Ya, tentu saja rasa senang akan timbul dengan sendirinya bukan apabila suatu hal yang anggap kecil bisa menjadi besar buat orang lain. 
Sampah tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat. Sampah juga bisa dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair mempunyai banyak manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk membuat kompos. Menurut Subagiyo, warga Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang telah mempraktikkan membuat pupuk cair, pupuk cair juga bisa disiramkan ke lubang WC agar limbah tinja di dalam septik tank menjadi padat. “Dua liter pupuk cair bisa menghemat penyedotan tinja. Jika biasanya setahun sekali tinja harus disedot, bisa menjadi dua tahun sekali,” kata Subagiyo. Berikut cara membuat pupuk cair yang telah dipraktikkan oleh  Subagiyo :


1. Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
2. Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25
    kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik
    ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang
    ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
3. Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.
4. Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan.
5. Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.
6. Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan
    atau air PAM.
7. Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik.
    Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong
    plastik yang sudah dilubangi. Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke
    dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.
8. Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu
    dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).
9. Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan
    menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris. Sampah dari dalam plastik
    menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair.

Tentunya cara tersebut dapat kita dijadikan contoh sebagai acuan untuk bisnis kecil-kecilan sekaligus membuat sampah menjadi lebih bermanfaat.




Sumber :

Selasa, 23 Oktober 2012

Seputar Keindahan Gunung Bromo


Gunung Bromo

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo dan dataran tinggi Tengger tidak pernah sepi dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang setiap hari mengunjungi wilayah ini, terutama mereka yang ingin bisa melihat keindahan matahari terbit dari puncak Bromo ataupun Penanjakan.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.


Sehingga imajinasi kita akan merasa berada di suatu planet lain jika berada di tengah gurun pasir tesebut. Pasir yang bercampur debu gunung vulkanik sangat halus dan lengket, berbeda dengan pasir biasa yang kasar tidak berdebu. Kalau kita sering melihat photo-photo di Mars atau Venus bagi begitu juga jika kita berada di tengah batuan cadas gunung Bromo. Di dalam photo masih terlihat pohon-pohon. Pohon-pohon itu masih disekitar Penanjakan, tetapi jika kaki kita sudah berada di Gunung Bromo nyaris hanya hamparan gurun pasir vulkanik dan batu-batu cadas.



Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.


Bagi Anda yang ingin menuju ke Gunung Bromo bisa langsung saja ke Surabaya jika menggunakan moda transportasi udara. Dari Bandara Soekarno Hatta kita mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Dari Juanda ada beberapa pilihan untuk mencapai Kabupaten Probolinggo. Jika kita menggunakan bus Bungurasih Surabaya, pilih jurusan Jember atau Banyuwangi, pada saat bus telah sampai Probolinggo kita bisa minta turun kepada kondektur. Hati-hatii terlewati, nanti jika terlewati kita bisa sampai ke Banyuwangi. Untuk menuju Probolinggo kita bisa juga menggunakan kereta api. Melalui  Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, kita naik kereta api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi dengan membeli tiket menuju Probolinggo. Dari Probolinggo kita bisa naik angkutan umum (angkot) yang menuju ke Kecamatan Ngadisari dengan ongkos sekitar Rp. 25 ribu. Dari sini kita harus sabar karena angkutan menuju ke Bromo memang masih sulit. Di desa Ngadisari karena memang biasa banyak turis baik lokal maupun mancanegara maka kita tidak sulit untuk mendapatkan penginapan. Baik hotel atau hanya sekedar losmen biasa, harganya relatif murah berkisar Rp. 100 ribu sampai Rp. 300 saja.



Sumber :