Sabtu, 15 Oktober 2011

Kelebihan dan Kelemahan Lensa Kontak (Softlens)


Lensa kontak (kadang hanya disebut sebagai "kontak") adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata.


Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Kehadiran lensa kontak (contact lens) banyak membantu mereka yang kurang nyaman dengan kaca mata. Tanpa lensa kontak, sulit membayangkan seorang atlet yang penglihatannya berkurang bisa meneruskan profesinya. Meski sekarang sudah ada kacamata khusus untuk atlet, toh dari segi kenyamanan tentu sangat kurang.
Belakangan, seperti halnya kaca mata, ada juga lensa kontak(softlens)  bagi mereka yang bermata normal, khususnya perempuan yang ingin tampil modis dan fashionable. Wajar jika perkembangan lensa kontak pun sangat pesat. Di Indonesia, diperkirakan ada sekitar 2 persen pemakai lensa kontak dari total pemakai kacamata. Sedangkan di Singapura, jumlahnya sekitar 20 persen dari total pemakai  kacamata.

Adapun kelebihan dari pemakaian lensa kontak (softlens), yaitu :
1.  Menambah Percaya Diri
     Para wanita yang merasa kurang pede memakai kacamata, bisa mendapatkan rasa 
     pedenya kembali setelah memakai lensa kontak.

2.  Menunjang aktivitas tertentu
Orang-orang dengan pekerjaan tertentu relatif memerlukan lensa kontak agar bisa bergerak bebas dan tak takut terganggu, dibandingkan jika harus memakai kacamata. Contohnya olahragawan, penari, aktor, penyanyi, orang-orang yang bekerja dalam hujan, asap, dan lain-lain.
3.  Faktor Keamanan
Untuk aktivitas yang lumayan berat, pengguna tak perlu takut lensa bakal jatuh atau pecah,seperti halya jika memakai kacamata.
4.  Penglihatan lebih baik
Lensa kontak meminimalisasi jarak mata dengan lensa hingga ketajaman mata menjadi lebih baik. Selain itu, sudut penglihatan pun menjadi lebih luas karena lensa menempel
Langsung pada mata.
5.  Baik untuk penderita mata silendris (cylinder)
Bagi pemakai kacamata silendris, lensa kontak mengoreksi kekurangan akurasi kacamata hingga titik terendah, sehingga penglihatan pun menjadi lebih baik.

Banyak alasan kenapa orang memilih memakai lensa kontak daripada kacamata. Namun, pengguna kacamata juga tak perlu berkecil hati, karena lensa kontak pun memiliki sejumlah kelemahan yang ternyata juga berisiko. Dan karena terhitung masih baru, banyak orang yang tak tahu risiko tersebut. Meski banyak membantu mereka yang kurang nyaman dengan kacamata, ada sejumlah penyakit yang rawan menyerang pemakai produk ini. Menurut pakar lensa kontak dari Johnson & Johnson Vision Care, Jack Chan, salah memakai lensa kontak, bisa-bisa bukan penglihatan yang terbantu, melainkan timbul penyakit.

Adapun beberapa kelemahan lensa kontak (softlens) :
1.  Tidak Aman
      Pemakai awal biasanya merasa tidak enak, karena adanya benda asing pada bola
      mata  mereka. Namun, lama-kelamaan, mata pun akan terbiasa. Biasanya setelah
      menghentikan  pemakaian selama seminggu, sensitivitas kornea akan normal lagi,
      sehingga pemakai harus berdaptasi lagi . Agar menjadi nyaman dengan lensa
      kontaknya.
2.   Kekurangan oksigen.
      Terlalu lama atau terlalu ketat memakai lensa kontak bisa membuat mata kekurangan  
      oksigen. Konsekuensinya, berbagai macam komplikasi bisa terjadi, seperti noda 
      kornea dan kornea edema.
3.   Mudah hilang
      Ukuran lensa kontak yang relatif kecil dibanding kacamata membuatnya lebih gampang
      hilang atau terselip.
4.   Kurang ekonomis (relatif mahal).
      Harga lensa kontak juga relatif mahal, di atas Rp 100 ribu. Apalagi, masa pakainya 
      hanya berkisar 2 minggu sampai sebulan. Umumnya, hanya golongan ekonomi 
      tertentu yang mampu membelinya.
5.   Adaptasi lama
      Pemakai awal butuh waktu lama untuk memakainya, dari belajar memakai, merawat,
      hingga membiasakan mata.
6.   Butuh perawatan ekstra
      Lensa kontak juga butuh perawatan lebih ketimbang kacamata. Misalnya, harus    
      menggosok, membersihkan, dan menyimpan lensa pada tempat antikuman.


Ada 10 komplikasi yang bisa timbul akibat pemakaian lensa kontak , antara lain: 


1. Noda Kornea atau Supercial Punctate Kertitis (SPK) 

    Rusaknya permukaan kornea mata. Biasanya karena memakai lensa yang terlampau 
    ketat, sehingga mengakibatkan mata kekurangan oksigen (hypoxia), alergi, atau 
    keracunan. Gejalanya: penderita merasa tak nyaman, menjadi sangat sensitif pada 
    cahaya (photophobia), dan adanya noda di kornea mata. Pengobatan yang bisa 
    dilakukan adalah dengan mengurangi atau menghentikan pemakaian lensa kontak.

2.  Blepharitis 

 
     Belpharitis adalah peradangan pada kelopak mata karena lensa tak cocok. Gejalanya  
     timbul gatal-gatal, kelopak mata seperti terbakar, timbul kerak di sekitar kelopak mata, 
     pembuluh darah tampak jelas, kelopak saling menempel, dan biasanya diikuti oleh SPK. 
     Pengobatannya adalah dengan menghentikan pemakaian lensa, mengompres bengkak  
     dengan air hangat, atau pemberian salep antibiotika.

3.  Reaksi Alergi (Atopik) 
     Peradangan atau iritasi yang disebabkan masuknya benda pembawa alergi (misalnya 
     debu, serbuk, atau makanan) ke dalam mata. Gejalanya antara lain timbul rasa gatal, 
     mata merah, hingga pembengkakan di kelopak mata. Umumnya, alergi terjadi musiman 
     dan penderita memang memiliki riwayat alergi. Pengobatannya dengan menghindari 
     penyebab alergi, menghilangkan bengkak di mata dengan menggompres memakai air 
     dingin, bila terjadi peradangan beri obat anti radang, kemudian untuk menghilangkan 
     alergi beri obat alergi (antihistamine).

4. Sindrom mata kering (keratoconjunctivitis sicca) 
     Timbulnya noda (keratitis) kronis pada kornea inferior. Komplikasi ini disebabkan oleh  
    produk (sekresi) air mata pemakai yang tak cukup. Gejalanya: mata seperti terbakar, air 
    mata sering keluar, dan cairan di mata berlebihan. Pengobatan: memberi suplemen air  
    mata, salep, mengganti materi lensa. Bila tak berhasil, hentikan pemakaian lensa.

5. Corneal edema 
    Berlebihannya cairan dalam kornea hingga menimbulkan stres pada kornea. Biasanya 
    karena mata kekurangan oksigen. Gejalanya photophobia, penglihatan berkabut, mata   
    merah, kenyamanan berkurang saat lensa di buka, ada krista di kornea, pembuluh darah  
    kelihatan, dan timbul SPK. Pengobatan: menambah oksigen pada mata, mengurangi atau 
    menghentikan pemakaian lensa kontak.

6. Infiltrates
    Peradangan pada jaringan mata akibat kurang bersihnya lensa, oksigen yang kurang,        
    reaksi alergi hingga menimbulkan infeksi. Biasanya terlihat seperti sekelompok sel 
    berwarna putih (white internal cell clusters). Penglihatan berkurang, mata merah, 
    photophobia, dan timbul noda putih di mata adalah gejala-gejala infiltrates. 
    Komplikasi ini bisa diatasi dengan menghindari pemakaian lensa saat aktif, 
    mempersering mengganti lensa, memberikan antibiotik/steroid, dan perhatikan
    cara perawatan lensa.

7. Infeksi 
 
   
Masuknya organisme berbahaya ke dalam mata seperti bakteri, jamur, protozoa, dan  
    virus hingga menimbulkan infeksi pada mata. Gejala: mata merah, kelopak mata 
    lengket, air mata berlebihan, penglihatan berkurang, dan timbul noda di kornea. 
    Pengobatan dilakukan dengan mengompres menggunakan air dingin, memberi air mata 
    buatan, dan terapi antibiotik kalau perlu.

8. Microbila Keratitis 

    Masuknya organisme berbahaya dalam kornea mata seperti bakteri, jamur, protozoa, dan 
    virus hingga mengakibatkan pembengkakan. Gejala yang timbul antara lain rasa sakit di 
    mata, photophobia, air mata berlebih, mata merah, dan penglihatan berkurang. Jika 
    sudah parah, mata mengeluarkan nanah. Untuk mengobati, bisa dilakukan terapi 
    antibiotik, mengganti lensa kontak, pentingnya pengenalan dini untuk mencegah 
    akibat lebih fatal.

9. Vaskularisasi Kornea 

 
   
Pembentukan pembuluh darah dalam jaringan avascular (kornea). Seringkali disebabkan 
    kekurangan oksigen oleh lensa yang terlampau ketat. Gejalanya antara lain penglihatan 
    berkurang, timbul pembuluh darah di kornea. Mengurangi pemakaian lensa atau 
    mengganti lensa yang mendukung pemenuhan oksigen.
 
10. Giant Papillary Conjunctivitis (GPC) 


     Peradangan papillary pada kelopak atas mata. Penyebabnya masih belum diketahui         
     pasti walau ada dugaan karena ketidakcocokan pemakaian lensa. Gejalanya gatal-gatal, 
     penglihatan berkurang, gerakan lensa berlebihan, tak bisa memakai lensa biasa, dan    
     kelopak bengkak. Pengobatannya: kurangi pemakaian lensa, kompres dengan air dingin, 
     hubungi dokter mata.




Sumber :
 

0 komentar:

Poskan Komentar